Kekuatan Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dalam Mengkoordinasikan Pendidikan Inklusif
Abstract
Tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman tentang pendidikan inklusif dan keterbatasan sumber daya (guru pendamping khusus). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dan kekuatan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengkoordinasikan program pendidikan inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (pemimpin sekolah, guru, dan staf pendukung), observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan menganalisis, dan menentukan pola untuk mengidentifikasi topik penelitian. Hasil penelitian adalah kepala sekolah mempunyai keterampilan komunikasi yang baik dan mampu membangun tim dengan para guru dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif walau tidak adanya guru pendamping khusus, hal ini dapat diatasi dengan kepemimpinan yang kuat. Kepala sekolah menyediakan sumber daya dan pelatihan bagi guru terhadap pendidikan inklusif. Kepala sekolah menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif memfasilitasi partisipasi dari semua pihak terkait untuk mengakomodasi siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam dan perilaku yang kompleks dalam kelas, siswa inklusif mendapatkan dukungan dan kesempatan yang tepat untuk berhasil. Kepala sekolah berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran melalui dukungan, kolaborasi, umpan balik, dan pengembangan profesional. Kesimpulan/implikasi adalah kepemimpinan instruksional yang efektif merupakan kunci utama dalam mengkoordinasikan pendidikan inklusif untuk mencapai keberhasilan, sehingga diperlukan pelatihan kepemimpinan instruksional yang berfokus pada pendidikan inklusif
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arar, K., Selahattin Turan, S. G., Abdellatif Sellami, A., & Mahfouz, J. (2024). Educational Leadership and Administration in the Middle East and North Africa. https://doi.org/10.4324_9781003334835
Arriani, F., Agustiawati, Rizki, A., Ranti, W., Wibowo, S., Tulalessy, C., & Herawati, F. (2021). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, 26–30.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Brazer, S. D., & Bauer, S. C. (2013). Preparing Instructional Leaders: A Model. Educational Administration Quarterly, 49(4), 645–684. https://doi.org/10.1177/0013161X13478977
Hallinger, P. (2018). Bringing context out of the shadows of leadership. Educational Management Administration and Leadership, 46(1), 5–24. https://doi.org/10.1177/1741143216670652
Jaya, A. (2023). SDN Cikampek Pusaka 1 Gelar Kenaikan , Pelulusan dan Festival Gelar Karya P5. Retrieved from Berita 7 TV website: https://berita7.net/berita/detail/sdn-cikampek-pusaka-1-gelar-kenaikan-pelulusan-dan-festival-gelar-karya-p5
Kaur, A., Noman, M., & Awang-Hashim, R. (2016). Exploring strategies of teaching and classroom practices in response to challenges of inclusion in a Thai school: A case study. International Journal of Inclusive Education, 20(5), 474–485. https://doi.org/10.1080/13603116.2015.1090489
Kavray?c?, C. (2024). Social Justice Leadership in School Settings: A Qualitative Study. Research in Educational Administration and Leadership, 9(2), 232–266. https://doi.org/10.30828/real.1431311
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif. Retrieved from Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi website: https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2022/08/Panduan-Pelaksanaan-Pendidikan-Inklusif.pdf
Leithwood, K. (2016). Department-Head Leadership for School Improvement. Leadership and Policy in Schools, 15(2), 117–140. https://doi.org/10.1080/15700763.2015.1044538
Leithwood, K., & Sun, J. (2018). Academic culture: a promising mediator of school leaders’ influence on student learning. Journal of Educational Administration, 56(3), 350–363. https://doi.org/10.1108/JEA-01-2017-0009
Musneckiene, E. (2020). Inclusive education in the arts: challenges, practices and experiences in Lithuania. JETEN (Journal of the European Teacher Education Network), 15(2020), 18–29.
Permendikbud. (2021). Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Permendikbud, 1–25.
Ramadhana, R. (2024). Hambatan Mencapai Pendidikan Inklusi di Indonesia Mengatasi Hambatan untuk Mencapai Pendidikan Inklusi. Retrieved from Berita Kampus website: https://bentaracampus.ac.id/hambatan-dan-sulitnya-mencapai-pendidikan-inklusi-di-indonesia/
Shaeffer, S. (2019). Inclusive education: a prerequisite for equity and social justice. Asia Pacific Education Review, 20(2), 181–192. https://doi.org/10.1007/s12564-019-09598-w
Sumarni. (2019). Pengelolaan Pendidikan Inklusif di Madrasah. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 17(2), 148–161. https://doi.org/10.32729/edukasi.v17i2.631
Sunardi, S., Nugroho, P. J., & Setiawan, S. (2019). Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah. Equity In Education Journal, 1(1), 20–28. https://doi.org/10.37304/eej.v1i1.1548
Widiyan, A. P., Sirisooksilp, S., & Narot, P. K. (2020). The development of instructional leadership scale of elementary school principals in Indonesia. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 19(12), 126–145. https://doi.org/10.26803/ijlter.19.12.7
Yunita, E. I., Suneki, S., & Wakhyudin, H. (2019). Manajemen Pendidikan Inklusi dalam Proses Pembelajaran dan Penanganan Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. International Journal of Elementary Education, 3(3), 267. https://doi.org/10.23887/ijee.v3i3.19407
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i5.7638
Article Metrics
Abstract view : 14 timesPDF - 12 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Rismita, Connie Chairunnisa, Istaryatiningtias, Yoga Dwiputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)