Forgiveness Therapy untuk Meningkatkan Regulasi Emosi pada Anak Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

Aironi Zuroida, Starry Kireida Kusnadi, Diandra Maharani, Dimas Hasan Teguh Pambudi

Abstract


Tindak kekerasan pada anak terus terjadi peningkatan di tiap tahunnya, Merujuk data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terdapat 1.960 aduan terkait lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Sebanyak 65,2 persen aduan berasal dari 10 provinsi di indonesia salah satunya yakni Jawa Timur yang berjumlah 345 kasus. Pada dasarnya anak yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang seringkali mengalami goresan luka batin dalam diri mereka karena pengalaman-pengalaman tersakiti. Hal ini menimbulkan berbagai emosi negatif yang tidak menyenangkan dalam dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meliha efektifitas Terapi Forgiveness dalam upaya meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak korban KDRT. Metode penelitian menggunakan eksperimen one group pretest-posttest design dan pemilihan sampel penelitian dengan teknik purposive sampling dengan kriteria; Merupakan anak korban kekerasan dalam rumah tangga, berusia 14-17 tahun, berdomisili di kota Surabaya dan bersedia mengikuti proses pemberian Forgiveness Therapy. Hasil penelitian menunjukkan angka signifikansi sebesa 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa forgiveness Therapy dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak korban kekerasan dalam rumah tangga. Setelah mendapatkan pelatihan Forgivness Therapy, diketahui bahwa sebagian besar anak korban KDRT telah mengelola reaksi emosi dan lebih tenang dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi, hal ini membuktikan bahwa subjek penelitian mampu mengatur emosinya dalam menghadapi permasalahan sehari-hari.

Keywords


Forgiveness Therapy; Anak; KDRT; Regulasi Emosi

Full Text:

PDF

References


Costa, J., Jung, M. F., Czerwinski, M., Guimbretière, F., Le, T., & Choudhury, T. (2018). Regulating feelings during interpersonal conflicts by changing voice self-perception. Proceedings of the 2018 CHI Conference on Human Factors in Computing Systems, 1–13.

Deater-Deckard, K., Li, M., & Bell, M. A. (2016). Multifaceted emotion regulation, stress and affect in mothers of young children. Cognition and Emotion, 30(3), 444–457.

Enright, R. D., & Fitzgibbons, R. (2015). Forgiveness therapy. Washington, DC.

Erawan, G. N. (2015). Peran ART Therapy pada Regulasi Emosi Remaja Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Universitas Gadjah Mada.

Gross, J. J., & Jazaieri, H. (2014). Emotion, emotion regulation, and psychopathology: An affective science perspective. Clinical Psychological Science, 2(4), 387–401.

Hadriami, E., & Samuel, S. (2016). Terapi pemaafan melalui playback theater untuk mengurangi sakit hati. Psikodimensia, 15(1), 1–23.

Hidayatullah, S., Budi, S. H. B. A. H., & Argiati, A. (2013). Dinamika Psikologi dan Perilaku Forgiveness bagi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Jurnal Spirits, 4(1), 74–80.

Huraerah, A. (2018). Kekerasan terhadap anak. Nuansa Cendekia.

Jung, M. F. (2016). Coupling interactions and performance: Predicting team performance from thin slices of conflict. ACM Transactions on Computer-Human Interaction (TOCHI), 23(3), 1–32.

Kurniawan, Dhea B.M, Widiasavitri, P. N. . (2020, July). Forgiveness pada Remaja yang Mengalami Kekerasan dari Keluarga: Bagaimana bisa? Universitas Udayana.

Malik, N., & Suminar, D. R. (2022). Regulasi emosi dan forgiveness pada remaja korban cyberbullying. Jurnal Psikologi Malahayati, 4(2).

Nababan, Christian, medi, willy. (2023). KPAI: Indonesia Darurat Kekerasan pada Anak. Kompas.Id, 1. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/01/20/kpai-indonesia-darurat-kekerasan-pada-anak

Nasri, S. A., Nisa, H., & Karjuniwati, K. (2018). Bagaimana Remaja Memaafkan Perceraian Orang Tuanya: Sebuah Studi Fenomenologis. Seurune: Jurnal Psikologi UNSYIAH, 1(2), 102–120.

Nihayah, U., Putri, S. A., & Hidayat, R. (2021). Konsep memaafkan dalam psikologi positif. Indonesian Journal of Counseling and Development, 3(2), 108–119.

Oktaviana, S. K. (2022). Terapi pemaafan untuk menurunkan tingkat kecemasan remaja korban kekerasan. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 5(1), 59–70.

Rahmah, H. (2018). Penerapan Aspek Kesejahteraan Psikologis dan Pemaafan Dalam Membentuk Kesehatan Mental. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan.

Rahmandani, A. (2015). Pemaafan dan aspek kognitif dari stres pada mahasiswi jurusan kebidanan tingkat dua. Jurnal Psikologi Undip, 14(2), 118–128.

Rivera, P. M., & Fincham, F. (2015). Forgiveness as a mediator of the intergenerational transmission of violence. Journal of Interpersonal Violence, 30(6), 895–910.

Saubani, A. (2015). Indonesia Darurat Kekerasan pada Anak. Replubika. https://www.republika.co.id/berita/koran/hukum-koran/15/08/03/nshvh4-indonesia-darurat-kekerasan-pada-anak

Shekhar, C., Jamwal, A., & Sharma, S. (2016). Happiness and forgiveness among college students. Indian Journal of Psychological Science, 7(1), 88–93.

Sugiyono, P. (2016). Metode Penelitian Manajemen (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Methods), Penelitian Tindakan (Action Research, dan Penelitian Evaluasi). Bandung: Alfabeta Cv.

Uyun, Q. (2020). Terapi Pemaafan Untuk Meningkatkan Resiliensi Pada Perempuan Yang Mengalami Kekerasan Dalam Pacaran.

Vater, A., & Schröder–Abé, M. (2015). Explaining the link between personality and relationship satisfaction: Emotion regulation and interpersonal behaviour in conflict discussions. European Journal of Personality, 29(2), 201–215.

Wulan, D. K., & Chotimah, K. (2017). Peran regulasi emosi dalam kepuasan pernikahan pada pasangan suami istri usia dewasa awal. Jurnal Ecopsy, 4(1), 58–63.

Yudha, I., Tobing, D. H., & Tobing, D. H. (2017). Dinamika memaafkan pada korban pelecehan seksual. Jurnal Psikologi Udayana, 4(2), 435–447.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i6.5581

Article Metrics

Abstract view : 79 times
PDF - 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Aironi Zuroida, Starry Kireida Kusnadi, Diandra Maharani, Dimas Hasan Teguh Pambudi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.