Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Rutin dan Non-Rutin pada Mata Kuliah Kapita Selekta Matematika Sekolah
Abstract
Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan yang harus dimiliki setiap pelajar terkhusus mahasiswa yang akan menjadi seorang guru,sehingga mereka dapat menemukan solusi dari permasalahan yang mereka temukan, dan mereka dapat mengajarkan ilmu kepada muridnya dengan baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan perbedaan kemampuam pemecahan masalah mahasiswa pada soal rutin dan non-rutin pada mata kuliah Kapita Selekta Matematika Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020-2021 Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu menganalisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, teknik pengumpulan data melalui tes dan wawancara, tes berisikan soal-soal rutin dan non rutin yang terdiri dari 5 soal uraian. Teknik analisis data menggunakan reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Dari hasil analisis data dan wawancara diperoleh perbedaan kemampuan pemecahan masalah pada soal rutin dan nonrutin. Pada soal rutin mahasiswa dapat menyelesaikannya dengan baik, namun pada soal non-rutin mahasiswa mengalami kendala dalam menyelesaikannya. Sekitar 95% dari mahasiswa dapat meyelesaikan soal rutin dan 57,5 % mahasiswa dapat menyelesaikan soal non rutin. Untuk itu mahasiswa harus lebih sering diberi soal-soal non rutin agar mereka semakin terlatih dalam menyelesaikan soal non rutin dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ade Kumalasari, S. (2015). ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH. JURNAL RISET PENDIDIKAN MATEMATIKA, 2(1), 16–27.
Ahmad Susanto. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Kencana Prenadamedia Group.
Croft, T., Kouvela, E., & Martinez, P. M. (2018). his is what you need to be learning: an analysis of messages received by first-year mathematics students during their transition to university. Math Ed Res J, 3(1).
Daane, C.J. & lowry, P. . (2004). Non-Routine Problem Solving Activities. Alabama Journal Mathematics Activities, 25–28.
Dundar, S., & Yaman, H. (2015). How do prospective teachers solve routine and non routine trigonometry problems? International Online Journal of Educational Sciences, 7(2), 41–57.
Fauziah, A. dan S. (2015). Pengaruh Model Missouri Mathematics Project (MMP) Terhadap Kemampuan Pemahaman Dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA N I Lubuklinggau. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi, 4(1), 10–21.
Fitri, A., Abadi, A. M. (2021). Kesulitan siswa SMA dalam menyelesaikan soal matematika pada materi peluang. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 8(1), 96–105.
Hesti Cahyana, R. W. (2016). Pentingnya Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui PBL untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi MEA. 151–160.
Lestari, L. & Sofyan, D. (2014). Perbandingan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika antara yang mendapat Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) dengan pembelajaran konvensional. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 95–107.
Moleong, L. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT. Remaja Rosdakarya.
NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. www.nctm.org.
Netriwati. (2016). Analisis Kemampuan Mahasiswa dalam Pemecahkan Masalah Matematis menurut Teori Polya. Al-Jabar, 7(2).
Putri, A. (2018). ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH RUTIN DAN NON-RUTIN PADA MATERI ATURAN PENCACAHAN. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(2), 890–896.
Rofiqoh. (2015). nalisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X dalam Pembelajaran Discovery Learning Berdasarkan Gaya Belajar. Universitas Negeri Semarang.
Siti Mawaddah, H. A. (2015). Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Generatif di SMP. Pendidikan Matematika, 3(2), 166–175.
Sugiono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. AlFabet.
Tina Sri Sumartini. (2016). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 148–158.
Wijaya, A. (2012). Pendidikan Matematika Realistik, Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Graha Ilmu.
Wirda Rahmani, N. W. (2018). MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MEDIA TANGRAM. Fibonacci, 4(1).
Yenni. (2017). ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYIAPKAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF PADA MATA KULIAH SBMM. JPPM, 10(2).
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2602
Article Metrics
Abstract view : 59 timesPDF - 63 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Rosliana Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)