Kearifan Lokal Sunda dalam Kegiatan Rebo Nyunda dan Potensinya untuk Tujuan Wisata Pendidikan
Abstract
Kearifan lokal merupakan hubungan yang baik antara manusia, alam, dan lingkungan di suatu daerah yang dipengaruhi oleh budayanya. Dalam konteks perkembangan untuk mempertahankan budaya lokal tersebut, salah satunya dapat dilakukan dengan pendekatan pariwisata. Adanya kebijakan Bandung Masagi dengan program Rebo Nyunda yang diimplementasikan dalam dunia birokrasi dan sekolah dapat dikembangkan menjadi wisata baru untuk memperkenalkan budaya sunda. Pendekatan yang digunakan untuk memperoleh data yaitu kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil Penelitian mengilustrasikan bahwa program Rebo Nyunda yang diimplementasikan di sekolah dapat dijadikan wisata budaya dengan cara melengkapi kekurangan program yang cenderung formal dan kaku. Hal ini penting untuk meningkatkan daya tarik untuk masyarakat luar dalam mengenal kearifan lokal urang Sunda melalui lembaga pendidikan dengan lebih memperkenalkan simbol, bahasa, tata cara perilaku, dan permainan anak Sunda.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Choerunisa, K., & Dahliyana, A. (2016). Internalisasi Nilai Kebudayaan Sunda Dalam Program Rebo Nyunda Di Kota Bandung. Sosietas, 6(2). https://doi.org/10.17509/sosietas.v6i2.4234
Creswell, J. W. (2010). Research Design Qualitative Approach. London Publication. Lesson In Personal Change. A Fireside Book.
Darmadi, H. (2018). Educational Management Based on Local Wisdom (Descriptive Analytical Studies of Culture of Local Wisdom in West Kalimantan). JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning), 3(1), 135. https://doi.org/10.26737/jetl.v3i1.603
DetikNews. (n.d.). Mendikbud jadikan Bandung masagi percontohan pendidikan karakter di Indonesia. DetikNews. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3256440/mendikbud-jadikan-bandung-masagi-percontohan-pendidikan-karakter-di-indonesia
Dinas pendidikan. (2016). Buku Panduan Pendidikan Karakter Bandung Masagi SMP.
Faiz, A. (2019). Program Pembiasaan Berbasis Pendidikan Karakter Di Sekolah. PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon, 5(20). https://doi.org/htps://doi.org/10.32534/jps.v5i2.741
Faiz, A., Kurniawaty, I., & Purwati. (2020). Eksistensi nilai kearifan lokal kaulinan dan kakawihan barudak sebagai upaya penanaman nilai jatidiri bangsa. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8(4), 27–30. https://doi.org/https://doi.org/10.37081/ed.v8i4.2067
Faiz, A., & Soleh, B. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 7(1), 68–77. https://doi.org/10.22219/jinop.v7i1.14250
Faiz, A., Soleh, B., Kurniawaty, I., & Purwati. (2021). Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia. Jurnal Basicedu, Volume 5(4), 1766–1777. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1014
Hasanah, A., Gustini, N., & Rohaniawati, D. (2016). Cultivating Character Education Based on Sundanese Culture Local Wisdom. Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 231. https://doi.org/10.15575/jpi.v2i2.788
Kurniawan, H. (n.d.). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Budaya Lokal “ Masagi .†2017, 50.
Maryani, E., & Yani, A. (2016). Local wisdom of kampung naga in mitigating disaster and its potencies for tourism education. Man in India, 96(12), 4829–4844.
Mawarni, H., Suwandi, S., & Supriyadi, S. (2019). Local Wisdom in Lawas (Poetry) Ponan Party Ceremony Society of Sumbawa Nusa Tenggara Barat. International Journal of English Literature and Social Sciences, 4(2), 241–247. https://doi.org/doi.org/10.22161/ijels.4.2.8
Mufti, H. A. (2012). Sosialisasi Program Rebo Nyunda Oleh Ridwan Kamil. 53(9), 1689–1699. https://doi.org/doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Saad, Z. I. (2017). Building Tourists Based on Local Wisdom , In Pesisir Selatan Regency. 10, 13–15.
Santosa, A. B., Basuki, Y., & Puspita, A. M. I. (2019). The Effectiveness of Local Wisdom-Based Teaching Materials in Enhancing Creative Writing Skills of Elementary School Students. Journal of English Language Teaching and Linguistics, 4(3), 349. https://doi.org/10.21462/jeltl.v4i3.326
Sibarani, R. (2014). Kearifan Lokal (Hakikat, Peran dan Metode Tradisi Lisan). Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).
Singsomboon, T. (2014). Tourism promotion and the use of local wisdom through creative tourism process. IJBTS International Journal of Business Tourism and Applied Sciences, 2(2), 32–37. https://doi.org/10.1007/s10529-009-0096-0
Strauss, A., Corbin, J. (2009). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif (P. Pelajar (Ed.)).
Suryalaga, H. (1993). Etika Jeung Tatakrama. Geger Sunten.
Yin, K. R. (2002). Studi Kasus Desain dan Metode. Rajawali press.
Yulindrasari, H., & Djoehaeni, H. (2019). Rebo nyunda: Is it decolonising early childhood education in Bandung, Indonesia? Journal of Pedagogy, 10(1), 57–75. https://doi.org/10.2478/jped-2019-0003
Referensi online
(http://bandungjuara.com). (2013).
(https://jabar.tribunnews.com/2016/07/19/ini-harapan-emil-soal-bandung-masagi-dalam-konsep-pendidikan-karakter). (n.d.).
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1538
Article Metrics
Abstract view : 47 timesPDF - 5 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Imas Kurniawaty, Asep Dahliyana, Aiman Faiz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)