HUBUNGAN ANTARA AKTUALISASI DIRI DAN KOMITMEN ORGANISASI PADA ANGGOTA PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

Anastasia Novita, Margaretta Erna Setianingrum

Abstract


Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara aktualisasi diri dan komitmen organisasi. Penelitian ini dilakukan pada anggota Persit Kartika Chandra Kirana di Batalyon Zeni Tempur 4/TK Banyubiru berjumlah 75 siswa yang menggunakan purposive sampling. Variabel aktualisasi diri diukur menggunakan alat ukur berdasarkan karakteristik aktualisasi diri menurut Maslow (1970), meliputi mampu melihat realita secara lebih efisien; penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain apa adanya; spontanitas, kesederhanaan, dan kewajaran; terpusat pada persoalan; memisahkan diri (kebutuhan kesendirian); autonomi (kemandirian terhadap budaya dan lingkungan); kesegaran dan apresiasi yang berkelanjutan; kesadaran sosial; hubungan interpesonal; demokratis; rasa humor yang bermakna dan etis; kreativitas; kemandirian, dan pengalaman puncak, dan variabel komitmen organisasi diukur menggunakan OCQ (Organizational Commitment Quisioner) yang dimodifikasi dan diadaptasi dari Allen dan Meyer (1990), meliputi aspek komitmen afektif, komitmen normatif, dan komitmen kontinuans yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Analisis data menggunkan uji korelasi Pearson, dengan hasil r = -0,102 dan sign = 0,192 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak adanya hubungan antara aktualisasi diri dan komitmen organisasi pada anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang 55 Yon Zipur IV/TK, sehingga hipotesis ditolak.


Keywords


aktualisasi diri, komitmen organisasi, Persit Kartika Chandra Kirana

Full Text:

PDF

References


Akbar, M. R. (2018). Hubungan aktualisasi diri dengan komitmen organisasi pada pengurus Unit Kegiatan Mahasiawa (UKM) Komunitas Musik Studio Tiga (KOMMUST) Periode 2017. SKRIPSI. Retrieved from http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/13446.

Allen, N. J., & Meyer, J. P. (1990). The measurement and antecedents of affective, continuance and normative commitment to the organization. Journal of Occupational Psychology, 63, 1-18.

Arifah, D. A., & Romadhon, C. (2015). Pengaruh komitmen organisasi, komitmen profesional dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja dengan motivasi sebagai variabel intervening. 2nd Conference in Business, Accounting, and Management, 2(1), 357-369.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Christianto. (2016). Bella Shapira, Ibu Persit Kodam VII Wirabuana Harus Jaga Wibawa Suami. Radio Republik Indonesia. Retrieved from http://www.rri.co.id/sumenep/post/berita/239972.

Chotimah, S., & Hadi, S. (2011). Perbedaan tingkat aktualisasi diri anggota Persit Kartika Chandra Kirana ditinjau dari pangkat suami di Batalyon Infanteri 512 kompi c Malang. Jurnal Psikologi, 1(1), 18-23.

Eman, J. E. (2018). Hubungan antara konflik peran ganda dan komitmen organisasi pada anggota Persit Kartika Chandra Kirana Tanjungpura. SKRIPSI. Retrieved from http://repository.usd.ac.id/id/eprint/33527.

Guilford, J.P. (1956). Fundamental statistics ini psychology and adeucation (3rd ed.). New York: McGraw-Hill.

Kamilin, M. (2017). Komitmen organisasi dengan aktualisasi diri pada anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMAU) UIN Raden Fatah Palembang. SKRIPSI. Retrieved from http://eprints.radenfatah.ac.id/id/eprint/993.

Koeswara, E. (1991). Teori-teori kepribadian: Psikoanalisis, behaviorisme, humanistik. Bandung: PT. Eresco.

Listyowati, A., Andayani, T. R., & Karyanta, N. A. (2012). Hubungan antara kebutuhan aktualisasi diri dan dukungan sosial dengan kematangan karir pada siswa kelas XII SMA N 2 Klaten. Wacana Jurnal Psikologi, 4(2), 116-145.

Maslow, A. H. (1970). Motivasi dan kepribadian: Teori motivasi dengan ancangan hierarki kebutuhan manusia). Jakarta: PT. Gramedia.

Meyer, J. & Allen, N. (1991). A three-component conceptualization of organizational commitment. Human Resources Management Review, 1(1), 81-89.

Pan. (2019). Kartika Chandra Kirana. Glosarium Online. https://glosarium.org/arti-kartika-chandra-kirana/

Redaksi Barometer Sulut. (2017). Anggota Persit di tuntut harus mampu mainkan lima peran. Barometer Sulut. Retrieved from https://www.barometersulut.com/2017/04/07/organisasi-Persit-dituntut-jadi-penyejuk-suasana/

Rogers, C. R. (1961) . On becoming a person: A therapist’s view of psychotherapy. Boston: Houghton Mifflin Company.

Saputri, W. A. (2011). Perkembangan organisasi istri prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana Payakumbuh pada masa orde baru. Skripsi thesis. Retrieved from http://repository.unp.ac.id/10994/.

Schultz, D. (1993). Psikologi pertumbuhan: Model-model kepribadian sehat (Terjemahan Yustinus). Yogyakarta: Kanisius.

Sevilla, C. G., dkk. (1993). Pengantar metode peneitian. Jakarta: UI-Press.

Sherlywati. (2015). Komitmen organisasional dan authentic happiness: Studi kasus anggota pada sebuah organisasi bisnis retail di kota Bandung. Jurnal Administrasi Bisnis, 11(2), 33-60.

Sunarto. (2004). Perilaku organisasi. Yogyakarta: Amus

Sutra, Y. E., Hardjono., & Priyatama, A. N. (2013). Hubungan antara motvasi intrinsik dan locus of control internal dengan komitmen organisasi pada anggota P. T. Air Mancur Karanganyar. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 2(3), 44-57.

Wuryani, Eni. (2013). Peranan komitmen organisasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan berdasarkan the Indonesian institute for corporate governance (iicg). Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 1(3), 287-298.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v1i3.48

Article Metrics

Abstract view : 16 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Anastasia Novita

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.