Revitalisasi Pengembangan Moderasi Beragama pada Era Digital di Indonesia

Agung Agung, Muhammad Azka Maulana

Abstract


Salah satu sikap yang mampu menengahi perilaku esktrem dalam beragama adalah dengan moderasi beragama. Tujuan penelitian ini sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan moderasi beragama yang semakin intensif pada zaman digital di Indonesia. Metode Penelitian dalam riset ini menggunakan studi kepustakaan dan teknik analisanya deskriptif analitis. Sumber primer dalam riset ini berasal dari majalah, buku dan surat kabar. Hasil penelitian, penulis menyimpulkan setidaknya dua permasalahan umat islam; Pertama, kesulitan beberapa golongan dalam mengamalkan islam yang moderat adalah karena mereka hanya melihat teks hukum (al-qur’an dan hadist) tanpa menjelajahi aspek nahwu, shorof, ushul fiqh, balaghoh, mantiq dan seterusnya. Lebih lanjut, mereka cenderung mendikotomikan ulama. Artinya, ulama yang dianggap bukan golongannya, maka mereka cenderung menolak pendapatnya, meskipun yang disampaikannya itu benar. Yang kedua, kecenderungan beragama yang ekstrem dikarenakan faktor hawa nafsu dengan mengikuti konten berita negatif atau hoax yang tersebar di media sosial. Dengan demikian konsep muslim moderat itu muslim yang memiliki prinsip dan sikap tidak melebihi dari ruang yang semestinya, tidak fanatik namun juga tidak longgar dalam menjalankan praktik beragama.


Keywords


Revitalisasi, moderasi beragama, era digital

Full Text:

PDF

References


Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia ’ S Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

Amin, A. R. M. (2014). Prinsip Dan Fenomena Moderasi Islam Dalam Tradisihukum Islam. Al-Qalam: Jurnal Penelitian Agama Dan Sosial Budaya (Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama 32.

Fahri, M., & Zainuri, A. (2020). Moderasi Beragama Di Indonesia. Intizar 2, 25 (2).

Faiz, A., Kurniawaty, I., & Purwati. (2020). Eksistensi nilai kearifan lokal kaulinan dan kakawihan barudak sebagai upaya penanaman nilai jatidiri bangsa. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 8(4), 27–30. https://doi.org/https://doi.org/10.37081/ed.v8i4.2067

Faiz, A., Soleh, B., Kurniawaty, I., & Purwati. (2021). Tinjauan Analisis Kritis Terhadap Faktor Penghambat Pendidikan Karakter di Indonesia. Jurnal Basicedu, Volume 5(4), 1766–1777. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1014

Fauziah, N. (2021). "Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al Mu’ashirah: Media Kajian Al-Qur’an Dan Al-Hadits Multi Perspektif 18, No. 1 : 59-70.

Hefni, W. (2020). Moderasi Beragama dalam Ruang Digital : Studi Pengarusutamaan Moderasi Beragama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Religious Moderation in The Digital Space : Case Study of Mainstreaming Religious Moderation among Islamic Higher Education Institut. Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://jurnalbimaislam.kemenag.go.id/jbi/article/download/182/142/739

Huda, M. T. (2021). Pengarusutamaan Moderasi Beragama ; Strategi Tantangan dan Peluang FKUB Jawa Timur. Tribakti, 32, 283–300. https://doi.org/: https://doi.org/10.33367/tribakti.v32i2.1745

Kementrian Pendidikan Islam. (2019). (Surat Edaran Agama No. B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 Direktur Kementerian Pendidikan Islam tentang Rumah Percontohan tentang Rumah Moderasi Beragama tanggal 29 Oktober 2019).

M.Hanafi. (2013). Moderasi Islam.

Masykuri, M., Qodriyah, K., & Bz, Z. (2020). Pendidikan Islam Multikultural Berwawasan Wasathiyah: Penguatan Karakter wasathiyah Santri Patriot Panji Pelopor. Jurnal Islam Nusantara, 4(2), 246–257. https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i2.234

Misrawi, Z. (2010). Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: Moderasi Keutamaan dan kebangsaan.

Primayana, K. H., & Dewi, P. Y. A. (2021). Manajemen Pendidikan dalam Moderasi Beragama di Era Disrupsi Digital. Tampung Penyang, 19(1), 45-59.

Samsul AR. (2020). Peran Guru Agama Dalam Menanamkan Moderasi Beragama. " Al-Irfan 3, No. 1. Hal.37-51.

Shihab, M. Q. (2017). Islam yang saya Anut. Lentera Hati Group.

Siregar, T. A. (2021). Millenial Berperan Penting sebagai Agen Moderasi Beragama. Kemenkopmk.

Syatar, A., Amiruddin, M. M., & Haq, I. (2020). Darurat Moderasi Beragama di Tengah Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). 13.

Yusuf al Qardhawi. (1980). Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan al Banna, terj. Bustami Gani.

Zamimah, I. (2018). "Moderatisme Islam dalam Konteks Keindonesiaan (Studi Penafsiran Islam Moderat M. Quraish Shihab). " Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Quran Dan Tafsir (Institute Ilmu Al-Quran (IIQ)) 1, No. 1: 75-90.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1893

Article Metrics

Abstract view : 36 times
PDF - 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agung Agung, Muhammad Azka Maulana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.