Pendekatan Ekokultural pada Model Rancangan Pangkalan Perahu Tanggap Bencana di Kawasan Pesisir Kota Manado

Valeria Theresia Woy, Reny Syafrini, Sangkertadi Sangkertadi, Rachmat Prijadi

Abstract


Kawasan pesisir Kota Manado berkali-kali mengalami dampak dari gelombang pasang dan angin kencang yang sering menyebabkan kerusakan kapal dan peralatan kerja bagi masyarakat nelayan yang bermukim dan bernelayan di daerah pesisir Kota Manado. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat mengidentifikasi dampak-dampak yang ditimbulkan serta mendapatkan alternatif solusi untuk meminimalisir dampak bencana bagi para nelayan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekokultural Observasi langsung dilakukan untuk mengidentifikasi dampak bencana yang ditimbulkan dan pendekatan ekokultural dipakai untuk mengidentifikasi budaya bermukim dan bernelayan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa upaya masyarakat dalam mengantisipasi gelombang pasang dan angin kencang dengan membuat pemecah ombak dan tiang deteksi gelombang air laut, namun belum maksimal untuk meminimalisir kerusakan. Selain itu, pendekatan ekokultural menunjukkan adanya perbedaan budaya bermukim dan bernelayan pada setiap titik pangkalan perahu. Penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan mendesain membuat simulasi pangkalan perahu yang memiliki jalur dan tempat evakuasi untuk meminimalisir dampak kerusakan. Desain pangkalan perahu disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat nelayan di kawasan pesisir Kota Manado. Kesimpulannya, penataan ruang pangkalan perahu yang ideal, modifikasi fasilitas sosial dan penambahan jalur evakuasi dapat meminimalisir dampak bencana yang sering terjadi. Desain ini menjadi inovasi tanggap bencana dari model rancangan pangkalan perahu dengan pendekatan ekokultural.


Keywords


kawasan pesisir, iklim tropis, ekokultural, pangkalan perahu, nelayan

Full Text:

PDF

References


Amri, U., Ganefri, & Hadiyanto. (2021). Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Perencanaan Pengembangan dan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2025–2031.

Boissevain, J., & Selwyn, T. (2004). Contesting the Foreshore: Tourism, Society and Politics on the Coast. MARE Publication Series No. 2 Amsterdam, 185–204. https://doi.org/10.1515/9789048505340-010

Desfor, G., Laidley, J., Stevens, Q., & Schubert, D. (2010). Transforming Urban Waterfronts, Fixity and Flow. Routledge.

Frangoudes, K., & Alban, F. (2005). Fishermen and the Creation of Marine Parks: Northern Sporades (Greece), Northern Cap de Creus (Catalonia), and the Iroise Sea (France). In Contesting the Foreshore (pp. 169–184). Amsterdam University Press. https://doi.org/https://doi.org/10.1515/9789048505340-009

Giddens, A. (2010). Teori Strukturasi: Dasar-Dasar Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat. Pustaka Pelajar.

Guy, S., & Farmer, G. (2001). Reinterpreting sustainable architecture: The place of technology. Journal of Architectural Education, 54(3), 140–148. https://doi.org/10.1162/10464880152632451

Hairami. (2019). Bencana Gelombang Pasang, Resiko Yang Harus Diwaspadai. Ivooxid. https://ivoox.id/bencana-gelombang-pasang-resiko-yang-harus-diwaspadai?tag_from=gelombang

Hay, P. P. J., Bacaltchuk, J., Stefano, S., & Kashyap, P. (2009). Psychological treatments for bulimia nervosa and binging. Cochrane Database of Systematic Reviews, 4. https://doi.org/10.1002/14651858.CD000562.pub3

Heeg, S. (2010). Flows of Capital and Fixity of Bricks in the Built Environment of Boston: Property-Led Development in Urban Planning? In Transforming Urban Waterfronts, Fixity and Flow (pp. 275–294). Routledge.

Kurnia, N., Syaifuddin, & Zain, J. (2019). Tingkat Kepuasan Nelayan Terhadap Pelayanan Jasa Tambat Labuh Di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus. Jurnal Universitas Riau.

Kurniawan, L., Yunus, R., Amri, M. R., & Pramudiarta, N. (2011). Indeks Rawan Bencana Indonesia.

March, E., & Springer, J. (2019). Belief in conspiracy theories: The predictive role of schizotypy, Machiavellianism, and primary psychopathy. PLoS ONE, 14(12), 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0225964

McClure, W. R. (2007). Architecture as a Cultural Layer. In The Built Environment: A Collaborative Inquiry Into Design and Planning (pp. 169–180). John Wiley & Sons.

Nurjani, E., Rahayu, A., & Rachmawati, F. (2015). Kajian Bencana Angin Ribut Di Indonesia Periode 1990-2011: Upaya Mitigasi Bencana. Geomedia: Majalah Ilmiah Dan Informasi Kegeografian, 11(2). https://doi.org/10.21831/gm.v11i2.3451

Putranto, A. (2020). Tipologi, Dinamika, Dan Potensi Bencana Alam Di Kawasan Pesisir Kabupaten Tulungagung. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar Dan Lingkungan Hidup, 20(1), 14–23. https://doi.org/10.33751/ekologia.v20i1.1979

Rifaldi, Samudin, M. T., & Famrizal, A. (2018). The Socio-Economic Life of The Fishing Community Is In The Area. Jurnal Kolaboratif Sains, 1(1), 1429–1437.

Rohadi, T. (2011). Budaya Lingkungan: Akar Masalah dan Solusi Krisis Lingkungan. Ecologia Press.

Santoso, D., Yamin, M., & Makhrus, M. (2019). Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 2(1). https://doi.org/10.29303/jpmpi.v1i2.242

Sepriana, R., Sefriani, R., Wijaya, I., & Lestari, P. (2019). Pengujian Validitas Modul Interaktif Simulasi Dan Komunukasi Digital Berbasis Macromedia Director Mx. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 120–126. https://doi.org/10.31004/edukatif.v1i3.25

Syafriny, R. (2014). Spatial Conflict on the Urban Coastline: Struggle for Boat Mooring Space of Littoral Fishermen in Manado, North Sulawesi. Asia ESJ 2014: The Asian Symposium on Equity and Social Justice.

Syafriny, R., & Sangkertadi. (2019). Contested Space in Coastal City. A Case of Conservation, Community and Tourism Development in Manado – Indonesia. Journal of Architecture & Environment, 18(2), 75. https://doi.org/10.12962/j2355262x.v18i2.a3920

Syafriny, R., & Sangkertadi. (2018). Triad Organik sebagai Ruang Keberlangsungan Hidup Komunitas Kampung Pantai. Prosiding Seminar Nasional Teknik Arsitektur, Urban & Permukiman, 193–207.

Syafriny, R., Sangkertadi, S., & Mastutie, F. (2018). Ketidakseimbangan Distribusi Spasial di Pesisir Kota Manado. A068–A077. https://doi.org/10.32315/sem.3.a068

Triana, D., Hadi, T. S., & Husain, M. K. (2017). Mitigasi Bencana Melalui Pendekatan Kultural dan Struktural. Seminar Nasional XII “Rekayasa Teknologi Industri Dan Informasi 2017", 379–384. https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/article/view/723

Zamzami, L., & Hendrawati. (2014). Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Maritim Untuk Upaya Mitigasi Bencana Di Sumatera Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 16(1), 37. https://doi.org/10.25077/jantro.v16i1.18




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1850

Article Metrics

Abstract view : 8 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Valeria Theresia Woy, Reny Syafrini, Sangkertadi Sangkertadi, Rachmat Prijadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.