Menggapai Pengetahuan, Memperoleh Spiritualitas: Urgensi Dwi-Konsep Pengetahuan-Spiritualitas dalam Pendidikan Agama Kristen

Yoel Betakore

Abstract


Pendidikan Agama Kristen dianggap sebagai mata pelajaran yang mudah untuk ditaklukkan. Praanggapan ini berangkat dari guru yang dengan mudah memberikan nilai besar kepada siswa tanpa melalui proses panjang pendidikan. Pemberian ini dikarenakan hanya melihat aspek pengetahuan sebagai acuan penilaian. Tentu hal ini tidak dapat terus dipertahankan dalam PAK. Sebab pendidikan yang berbasis agama, sudah semestinya bukan hanya menilai dari pengetahuan, melainkan spiritualitas dari naradidiknya. Artikel ini bertujuan memadukan dwi-konsep pengetahuan dan spiritualitas dalam PAK. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan memadukan antara ortodoksi, ortopraksi, dan ortopietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tercapainya dwi-konsep pengetahuan dan spiritualitas, maka pendidik harus menilai aspek spiritualitas dengan melihat perubahan sikap dan karakter dari peserta didiknya. Guru PAK dapat menggunakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei karakter dalam Asesmen Nasional yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pengganti Ujian Nasional sebagai panduannya. Memang menjadi persoalan hingga saat ini adalah terkait membuat rubrik penilaian PAK yang belum ada kata sepakat dari para akademisi dan praktisi PAK.

Keywords


Pengetahuan, Spiritualitas, Dwi-konsep, Pendidikan Agama Kristen

Full Text:

PDF

References


Afidah, I. (2021). Spiritualitas Masyarakat Perkotaan the Spirituality of Urban Society. HIKMAH | Jurnal Dakwah & Sosial, 1(1), 28–33.

Andriati, S. (2018). Pemahaman Tentang Karunia Roh Kudus Dalam pemberdayaan Kualitas Guru Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Antusias, 4(7), 34–61. http://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/antusias/article/view/3/2

Arwani, A. (2013). Peran Spiritualitas dan Religiusitas Bagi Guru dalam Lembaga Pendidikan. Forum Tarbiyah, 11(1), 79–94.

Budaya, K. P. dan. (2014). Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Butner, D. G. (2016). Orthodoxy, Orthopraxis, and Orthopathy: Trajectories for Collaborative Scholarship between Economists and Theologians. Association of Christian Economics, 67(67), 85–104.

Delors, J. (2013). The treasure within: Learning to know, learning to do, learning to live together and learning to be. What is the value of that treasure 15 years after its publication? International Review of Education, 59(3), 319–330. https://doi.org/10.1007/s11159-013-9350-8

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education. McGraw-Hill.

Gede Raka. (2011). Pendidikan karakter di sekolah dari gagasan ke tindakan/Tim Pakar Yayasan Jati Diri Bangsa. Elex Media Komputindo.

Hasiholan, A. M. (2020). Studi Komparatif Terhadap Pemahaman Teologi Reformed dengan Pemahaman Teologi Pentakosta tentang Natur Manusia. Pneumata, 1(1), 54–71.

Homrighausen, E., & Enklaar, I. (2013). Pendidikan Agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Ismail, A. (2011). Didaktik Pendidikan Agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Johnson, K. (2005). An Introduction to the Theology of Religions: Biblical, Historical and Contemporary Perspectives. Journal of the Evangelical Theological Society, 48(2).

Kholiludin, T. (2017). Wajah Ganda Agama: Integrasi, Konflik dan Rekonsiliasi. JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 4(1), 1–20.

Kualitatif, M. P. (2013). Imam Gunawan. 1–14.

Lase, D., & Hulu, E. D. (2020). Dimensi Spritualitas dalam Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 13(1), 13–25. https://doi.org/10.36588/sundermann.v13i1.24

Maitanmi, S. O. (2019). Reflections on Christian Education. Journal of Research on Christian Education, 28(2), 91–93. https://doi.org/10.1080/10656219.2019.1649401

Marbun, P. (2020). Pemimpin Transformatif dalam Pendidikan Kristen. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 1(2), 72–87. https://doi.org/10.52220/magnum.v1i2.47

Marbun, P. _, & Nasution, A. F. N. (2021). Improving The Quality Of Information, Communication Technology Based Theology Learning. SISFOTENIKA, 11(1). https://doi.org/10.30700/jst.v11i1.1057

Minggus Dilla. (2015). MAKNA BUAH ROH DALAM GALATIA 5:22-23. Manna Rafflesia, 1(2), 158–166.

Novalina, M. (2020). Spiritualitas Orang Kristen Dalam Menghadirkan Kerajaan Allah di Tengah Tantangan Radikalisme. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 1(1), 26. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.293

Pantan, F. (2017). Ontologi Pendidikan iman Kristen. In J. Gultom (Ed.), Education for Change. Bethel Press.

Pazmino, R. W. (2012). Fondasi Pendidikan Kristen; Suatu Pengantar dalam Perspektif Injili. BPK Gunung Mulia.

Pethtel, G. (2011). Christian Education in the 21st Century: Renewing a Transformational Vision [Cedarville University]. In Christian Education in the 21st Century: Renewing a Transformational Vision. https://doi.org/10.15385/tmed.2011.4

Powell, M. A. (2018). Introducing the New Testament. Baker Academic.

Putra, R. A., Dewi, P. R., & Jalaludin, A. (2021). Strategi Pengembangan Kurikulum Perspektif Pendekatan Total Quality Management (Tqm) Di Pendidikan Tinggi. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2135–2145. https://edukatif.org/index.php/edukatif/article/view/715

Rantung, D. A. (2017). Pendidikan Agama Kristen dalam Kehidupan Masyarakat Majemuk. Lintang Rasi Aksara Books.

Rofiq, A. (2018). Upaya Tokoh Agama dalam Menangani Remaja Berprilaku Agresif di Desa Wates, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus (Analisis Fungsi Bimbingan dan Konseling Islam). Universitas Islam Negeri Walisongo.

Rokhim, D. A., Rahayu, B. N., Alfiah, L. N., Peni, R., Wahyudi, B., Wahyudi, A., Widarti, H. R., & Malang, U. N. (2021). Analisis Kesiapan Peserta Didik Dan Guru Pada Asesmen Nasional ( Asesmen Kompetensi Minimum , Survey Karakter , Dan Survey Lingkungan Belajar ). Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 4, 61–71.

Sahertian, M. (2019). Pendidikan Agama Kristen dalam Sudut Pandang John Dewey. Jurnal Teruna Bhakti, 1(2), 101. https://doi.org/10.47131/jtb.v1i2.18

Saragih, A. H. (2008). Kompetensi Minimal Seorang Guru Dalam Mengajar. Jurnal Tabularasa, 5(1), 23–34.

Setyobekti, A. B., Kathryn, S., & Sumen, S. (2021). Implementasi Nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Membingkai Keberagaman Pejabat Gereja Bethel Indonesia di DKI Jakarta. SOTIRIA (Jurnal Theologia Dan Pendidikan Agama Kristen), 4(1), 1–10. https://doi.org/10.47166/sot.v4i1.29

Sihombing, L. (2016). Spiritualitas yang utuh. Amanat Agung, 12(2), 247–271.

Smith, G. T. (2011). Education and Spiritual Formation. In G. G. Scorgie (Ed.), Dictionary of Christian Spirituality. Zondervan.

Suwarno. (2016). PENTINGNYA RUBRIK PENILAIAN DALAM PENILAIAN KETERAMPILAN VOCATIONAL SISWA. Prosiding Seminar Nasional UNS Vocational Day, 1(1).

Tambunan, A. M. H., & Setyobekti, A. B. (2021). Ekstraksi Pemahaman Cyprianus tentang Extra Ecclesiam Nulla Salus bagi Gereja Pentakosta di Era Postmodern. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 4(1), 28–42.

Tampubolon, S. M. (2013). Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Humaniora, 4(2), 1203. https://doi.org/10.21512/humaniora.v4i2.3563

Vacek, E. C. (2013). Orthodoxy requires orthopathy: Emotions in theology. Horizons, 40(2), 218–241. https://doi.org/10.1017/hor.2013.79

Yoseph, Y. (2018). Pernyataan Duterte tentang Tuhan Picu Amarah Luas di Filipina. Tempo.Co. https://dunia.tempo.co/read/1100983/pernyataan-duterte-tentang-tuhan-picu-amarah-luas-di-filipina




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1329

Article Metrics

Abstract view : 55 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Yoel Betakore

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.