Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match (MAM) dalam Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Sistem Ekskresi

Masni Veronika Situmorang, Natalina Purba, Binsar Tison Gultom

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Make A Match (MAM) pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pematangsiantar yang terdiri dari 3 kelas. Pengambilan sampel secara purposive sample, yaitu kelas XI IPA2 sebanyak 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes tertulis berbentuk pilihan berganda. Sebelum soal diberikan kepada siswa, terlebih dahulu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, daya pembeda soal, dan tingkat kesukaran soal. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata siswa setelah mendapat pengajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Make A Match (MAM) mengalami peningkatan nilai sebesar 47,01%, penguasaan siswa sebesar 77,44%, ketuntasan secara individu maupun klasikal sebesar 90%. Berdasarkan hasil penelitian yang diutarakan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif Make A Match (MAM) pada materi sistem ekskresi dapat diterapkan dengan baik

Keywords


Pembelajaran Kooperatif Make A Match (MAM), Hasil Belajar

Full Text:

PDF

References


Eka Rizki Ananda Nasution, L. (2016). PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DAN SCRAMBLE PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA MAN 1 MEDAN. 4(3), 16–22.

Eliya. (2009). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mencari Pasangan (Make a Match)Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi P. Universitas Nrgeri Medan.

Eliza Nola Dwi Putri1, T. (2020). Jurnal basicedu. 4(3), 617–623.

Ferdiana, V. (2020). Prosiding Seminar Nasional Sains Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa. 1(1), 442–446.

H, V. N., & Halimah, M. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Jenis-jenis Pekerjaan di SD. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(2), 199–207.

Haruna, N. H., & Darwis, M. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Hasil Belajar Matematika. Publikasi Pendidikan, 10(3), 223. https://doi.org/10.26858/publikan.v10i3.15159

Lie, A. (2008). Pembelajaran Kooperatif. Rineka Cipta.

Link, Q., Chandra, D., & Geografi, J. (2019). Vol 8, No 2 (2019). 2254.

Michael, J. A. (2003). Active Learning in Secondary andCollege Science Classrooms A Working Model for Helping the Learner to Learn,. Lawrence Erlbaum Associates, Inc.

Sayuti, I., Syafii, W., Sayuti, I., & Syafii, W. (2016). THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL OF TYPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) TO IMPROVE THE RESULTS OF LEARNING BIOLOGY CLASS VII MTS NURUL HASANAH STRONGHOLD I SUB PEKAITAN YEAR 2015 / 2016 LESSONS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) UNTUK NURUL HASANAH KUBU I KECAMATAN PEKAITAN. 20, 1–10.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor -Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sudjana. (2010). Metode Statistik. Tarsito.

Syofiana, N., Rohiat, S., & Hermansyah, A. (2018). PERBANDINGANHASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH (MM) DANTEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATA PELAJARAN KIMIA DI KELAS X IPA MAN 1 KOTA BENGKULU. 2(2), 122–131.

Takdir, A. (2018). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 4 KAHU ( MATERI POKOK EKOSISTEM ) Sitti Rahma Yunus Sudarto Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang penting bagi setiap manusia . Pendidikan dapat pelatihan dan pengajaran . Tanpa suatu pendidikan seseorang akan sulit untuk menyesuaikan diri warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah ( Rusman , 2012 : 03 ). kemampuan peserta didik yaitu mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik . Selain itu kurikulum yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) menjadi kurikulum 2013 ( K-13 ). 1(2), 68–77.

Winansih, V. (2009). Psikologi Pendidikan. La Tansa Press.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1286

Article Metrics

Abstract view : 120 times
PDF - 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 masni veronika situmorang, Natalina Purba, Binsar Tison Gultom

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.