Deskripsi Sistem Divisi Jurusan Antara Sekolah Indonesia dan Sekolah Menengah Kebangsaan Malaysia

Zakirman Zakirman, Wienda Gusta, Chichi Rahayu

Abstract


This study aims to describe the comparison of departmental distribution systems in secondary schools in Indonesia and Malaysia. This type of research is descriptive, the research instrument used is the observation sheet and document documentation when conducting field visits to sample schools in Indonesia and Malaysia. Conclusions from the results of this study include differences in departmental distribution systems with striking differences, namely in Indonesia schools can classify students based on majors at grade X level, while in Malaysia, grouping majors starts at grade 4 at the secondary school level. In addition, the basic curriculum differences that students must take also can be clearly seen and differ significantly.

Keywords


Division of Departments, Schools, Indonesia, Malaysia

Full Text:

PDF

References


Afifah, N. (2015). Problematika Pendidikan di Indonesia (Telaah dari Aspek Pembelajaran ). Jurnal Elementary, 1(1), 41–47.

Andayani, E. S. (2012). Analisis Sistem Pendidikan Indonesia Dalam Kaitannya Dengan Isu-isu Lokal, Regional dan Global. Seminar Bidang Pendidikan 2012, 16–17.

Arokiasamy, A. R. A. (2012). Globalization and Higher Education : A Malaysian Perspective. International Journal of Advances in Management and Economics, 1(13), 10–16.

Awang, Z. (2011). A handbook on SEM: Structural Equation Modelling, 2nd Edition. New York: Tylor & Francis Group.

Coffey, M., & Gibbs, G. (2001). The Evaluation of the Student Evaluation of Educational Quality Questionnaire (SEEQ) in UK higher education. Assessment & Evaluation in Higher Education, 26(1), 37–41. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1080/02602930020022318

Daga, A. T. (2020). Perbandingan Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Sekolah Dasar di Malaysia, India dan Indonesia. Jurnal Edukasi Sumba, 4(1), 23–30.

Eliyarti, E., & Rahayu, C. (2019a). Deskripsi Efektivitas Kegiatan Praktikum Dalam Perkuliahan Kimia Dasar Mahasiswa Teknik. Edu Sains : Jurnal Pendidikan Sains & Matematika, 7(2), 51–60.

Eliyarti, E., & Rahayu, C. (2019b). Tinjauan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Teknik Dalam Perkuliahan Kimia Dasar. Jurnal Pendidikan Glasser, 3(2), 196–204.

Eliyarti, E., Rahayu, C., & Zakirman, Z. (2020). Tinjauan Kontribusi Google Classroom Dalam Mendukung Perkuliahan Kimia Dasar. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia, 4(1), 32–39.

Fithoni, A., & Zazili, Z. (2016). Pengaruh Jurusan , Biaya dan Kualitas terhadap Keputusan Siswa Untuk Masuk SMK Negeri 2 Batanghari. Eksis: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 10(1), 7–15.

Fitri, E., Ifdil, I., & Neviyarni, S. (2016). Efektivitas Layanan Informasi dengan Menggunakan Metode Blended Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 2(2), 84–92.

Ghafar, M. N., Rahim, H, A., Sihes, A. J., & Harun, A. (2010). Integrated Curriculum Concepts in Malaysia: Knowledge and Application Differentiation. European Journal of Social Sciences, 19(2), 208.

Gollwitzer, P. M., & Oettingen, G. (2015). Motivation: History of the Concept. International Encyclopedia of the Social & Behavioral Sciences: Second Edition, 15(2), 390–395. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-097086-8.03079-8

Hasanah, U., Nurcahyo, G. W., & Santony, J. (2018). Indikator Pemilihan Jurusan Pada SMK Nusantara Menggunakan Metode SAW. Jurnal Mantik Penusa, 22(1), 39–44.

Hayurika, T. L., & Arief, S. (2020). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Siswa Dalam Pengambilan Keputusan Memilih Jurusan Akuntansi Kelas X di SMKN 1 Demak. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan, X(June 2015), 88–103. https://doi.org/10.15294/dp.v10i1.5097

Husin, A. (2013). Telaah Sistem Pendidikan Nasional dari Perspektif Pendidikan Pembebasan. Seminar Nasional Pendidikan 2013, 37–47.

Kline, R. B. (2005). Principles and Practice of Structural Equation Modeling. Nature, 156. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1038/156278a0

Marsh, H. W., Tourón, J., & Wheeler, B. (2005). Students’ Evaluations of University Instructors: The Applicability of American Instruments in A Spanish Setting. Teaching and Teacher Education, 1(2), 123–138. Retrieved from http://dx.doi.org/10.1016/0742-051X(85)90011-3

Munirah, M. (2015). Sistem Pendidikan di Indonesia: Antara Keinginan dan Realita. Jurnal Auladuna, 2(2), 233–245.

Nelissa, Z., Astuti, S., & Martunis, M. (2018). Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Siswa dalam Proses Pemilihan Jurusan Pendidikan Lanjutan ( Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Banda Aceh ). Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 4(2007), 78–83.

Neville, W. (2018). Restructuring Tertiary Education in Malaysia: The Nature and Implications of Policy Changes’. Higher Education Policy, 11, 257–279.

Nurcahyono, D., Najib, A., & Kasim, W. (2020). Perancangan Aplikasi Pemilihan Jurusan Pada SMK Negeri 7 Samarinda Online Dengan Topsis. Jurnal Sains Terapan Teknologi Informasi, 2, 26–30.

Ong, E. T. (2006). The Malaysian Smart Schools Project: An Innovation to Address Sustainability. 10th UNESCO-APEID International Conference on Education “Learning Together for Tomorrow: Education for Sustainable Development. Bangkok.

Putra, A. (2017). Mengkaji & Membandingkan Kurikulum 7 Negara. Retrieved from https://osf.io/preprints/inarxiv/vdz32

Putranto, E. A., Salamah, U., & Wiharto. (2012). Sistem Pendukung Keputusan Penjurusan Siswa Kelas X SMA Negeri 2 dengan Metode Fuzzy C -Means dengan Penggunaan Daya Dukung Minat. Jurnal ITSMART, 1(2), 68–73.

Rahmad, U. (2018). Analisis Referensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Memilih Program Studi di Perguruan Tinggi. Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 2, 147–152.

Rahmayu, M., & Serli, R. K. (2018). Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Jurusan Pada SMK Putra Nusantara Jakarta Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Jurnal Simetris, 9(1), 551–564.

Ramadhani, D. G., Utomo, S. B., & Indriyanti, N. Y. (2017). Students ’ Behavioral Learning Patterns in Environmental Chemistry Blended Course : An Analysis toward 21 st Century Graduates. The 2nd International Conference on Science, Mathematics, Environment, and Education, 1–7.

Rusdiansyah, R. (2017). Analisis Keputusan Menentukan Jurusan Pada Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Metode Simple Additive Weighting. Jurnal Techno Nusa Mandiri, XIV(1), 49–56.

Setyani, S., Zuliyana, F., Rofitrasari, R., Amelia, N., & Ahsani, E. L. F. (2021). Analisis Sistem Pendidikan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL): Perspektif Guru. Jurnal PGSD : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 14(1), 70–79.

Widyastono, H. (2012). Muatan Pendidikan Holistik Dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(4), 467–476.

Zakirman, Z. (2017). Pengelompokan Gaya Belajar Mahasiswa Menurut Teori Honey Mumford Berdasarkan Intensitas Kunjungan Pustaka. RISTEKDIK; Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 4(1), 1–6.

Zola, N., Ilyas, A., & Yusri, Y. (2017). Karakteristik Anak Bungsu. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 5(3), 109–114.

Zulfa, Z. (2018). Profil Penasehat Akademis (PA) Dalam Pelayanan Konseling Karier di Perguruan Tinggi. Jurnal Counseling Care, 2, 28–41.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1231

Article Metrics

Abstract view : 23 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Zakirman, Wienda Gusta, Chichi Rahayu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.