Pengaruh Desain Pembelajaran ASSURE dalam Peningkatan Kompetensi Literasi Digital di MAN Sidoarjo
Abstract
Penerapan berbagai jenis teknologi informasi dan komunikasi, literasi digital juga berarti mampu memahami dan menilai informasi secara kritis sehingga dapat membuat kontennya sendiri. Jadi, literasi digital adalah kemampuan menggunakan media digital secara cerdas dan bertanggung jawab dalam menemukan, menggunakan, Mengolah, Mengemas, mengevaluasi, dan menyebarluaskan informasi.Penelitian ini didasarkan pada angka dan menggunakan metode jajak pendapat korelasional. Variabel dependen adalah jumlah pengetahuan digital, dan variabel bebas adalah sistem pembelajaran ASSURE. Sebagian besar yang mengikuti penelitian ini adalah mahapeserta didik Man Sidoarjo. Rumus Slovin digunakan untuk mengetahui ukuran sampel, dan metode multistage sampling dan probability sampling digunakan untuk memperoleh informasi dari 91 mahapeserta didik di Man Sidoarjo. Penelitian kuantitatif dalam penelitian ini, statistik deskriptif dan inferensial digunakan untuk melihat data. Analisis regresi-korelasi adalah cara untuk menarik kesimpulan dari Statistik. Hasil pengujian dapat dilihat pada nilai R Square sebesar 0,261 yang merupakan nilai koefisien determinasi. Ini berarti bahwa kekuatan variabel bebas untuk menjelaskan variabel dependen sama dengan 26%. 73,9% lainnya dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak tercakup dalam penelitian ini. Ini mendemonstrasikan desain pembelajaran yang aman dengan keterampilan literasi digital peserta didik, dengan koefisien korelasi yang menunjukkan seberapa kuat keterkaitannya. Hal ini memperlihatkan desain pembelajaran assure dengan kompetensi literasi digital peserta didik, dengan koefisien korelasi yang termasuk dalam kekuatan hubungan yang sedang
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Saggaf, Y., & Mac Callum, K. (2018). Students’ digital literacy practices within a sociocultural context. Education and Information Technologies, 23(1), 337-354.
Bawden, David “Information and Digital Literacies: A Review of Concepts,†Journal of Documentation 57, no. 2 (2001): 218–259.
Eshet-Alkalai, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93-106.
Haickal Attallah Naufal, “Literasi Digital,†Perspektif 1, no. 2 (2021): 195–202.
Ibid.
Jonassen, D. H., Howland, J., Moore, J., & Marra, R. M. (2003). Learning to solve problems with technology: A constructivist perspective (2nd ed.). Pearson.
Kay, R. H. (2006). Evaluating strategies used to incorporate technology into preservice education: A review of the literature. Journal of Research on Technology in Education, 38(4), 383-408.
kementerian pendidikan dan kebudayaan, “Materi Pendukung Literasi Digital,†Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017): 43, http://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/wp-content/uploads/2017/10/literasi-DIGITAL.pdf.
Morrison, G. R., Ross, S. M., Kalman, H. K., & Kemp, J. E. (2010). Designing effective instruction (6th ed.). Wiley.
Safitri, Ida et al., “Analisis Kebijakan Terkait Kebijakan Literasi Digital Di Sekolah Dasar†2, no. 2 (2020): 176–180.
Sharon. 2011. Intructisional technology and media for learning. Jakarta: Kencana.
Thalheimer, W. (2017). The learning benefits of questions: A review of the research. Work-Learning Research. Retrieved from https://www.worklearning.com/2017/09/27/learning-benefits-questions/
Voogt, J., & Knezek, G. (Eds.). (2008). International handbook of information technology in primary and secondary education. Springer.
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.4593
Article Metrics
Abstract view : 633 timesPDF - 412 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Mila Haibatu Al Watsiqoh, Ni’matul Alfien, Husniyatus Salamah Zainiyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)