Pengembangan Kemampuan Representasi Matematis untuk Meningkatkan Number Sense Siswa melalui Soal Berbasis Open Ended
Abstract
Kemampuan representasi matematis siswa masih rendah ditunjukkan dari kesulitan mengerjakan soal TIMSS dengan indikator number relationships (number sense) sehingga perlu dilakukan penelitian yang dapat mengembangkan kemampuan tersebut. Tujuan penelitian adalah mengembangkan kemampuan representasi matematis melalui soal berbasis open ended untuk meningkatkan number sense siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) model Plomp. Desain pengembangan model Plomp mempunyai 5 fase yaitu: 1) investigasi awal, 2) desain, 3) realisasi/konstruksi, 4) tes, evaluasi dan revisi dan 5) implementasi. Hasil penelitian diperoleh dari setiap tahapan pelaksanaan kegiatan pengembangan soal yang menggunakan model pengembangan Plomp dengan instrumen berupa soal dan wawancara. Hasil penelitian pada 20 siswa di SMA Al Ishlah Pontianak menunjukkan bahwa pengembangan kemampuan representasi matematis melalui dua soal yang layak digunakan berbasis open ended dapat meningkatkan number sense. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengerjaan soal yang memperoleh rata-rata 82,5. Siswa menggunakan kemampuan representasi pada saat mengerjakan soal berbasis open ended sehingga indikator number sense muncul daripada mengerjakan soal yang bukan berbasis open ended.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Artiah, & Untarti, R. (2017). Pengaruh Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Purwokerto. AlphaMath, 3(1), 1–11.
Aryanti, D., Zubaidah, & Nursangaji, A. (2013). Kemampuan Representasi Matematis menurut Tingkat Kemampuan Siswa pada Materi Segi Empat. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(1).
Astin, Anita Ervina; & Bharata, H. (2016). Penerapan Pendekatan Open Ended dalam Pembelajaran Matematika Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP) I, 20, 631–639.
Authary, N. (2016). Number Sense Anak Usia Dini: Suatu Investigasi pada Aritmatika Tahap Awal. Bunayya, I(2), 1–15.
Bagus, C. (2018). Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Lingkaran Pada Kelas VII-B Mts Assyafi’iyah Gondang. Suska Journal of Mathematics Education, 4(2), 115. https://doi.org/10.24014/sjme.v4i2.5234
Djahuno, S. (2016). Pengembangan soal-soal open-ended pada pokok bahasan barisan dan deret bilangan di kelas IX a SMP Negeri 2 Tolitoli. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 4(6), 272–281. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JKTO/article/view/6139
Fadillah, S. (2011). Meningkatkan Kemampuan Representasi Multipel Matematik, Pemecahan Masalah Matematik dan Self Esteem siswa SMP melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Open Ended. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2).
Fitrianna, A. Y., Dinia, S., Mayasari, M., & Nurhafifah, A. Y. (2018). Mathematical Representation Ability of Senior High School Students: An Evaluation from Students’ Mathematical Disposition. JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education), 3(1), 46. https://doi.org/10.23917/jramathedu.v3i1.5872
Handri Wijaya. (2016). Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Representasi Siswa melalui Pembelajaran Pendekatan Open Ended. Didaktik : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 152(3), 28.
Kurniawati, D. & M. (2021). Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Gotong Royong dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 640–648.
Maghfirah, M., & Mahmudi, A. (2018). Number Sense: The Result of Mathematical Experience. Journal of Physics: Conference Series, 1097(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1097/1/012141
Minggono, S., Sugianto, & Jamiah, Y. (2013). Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Pertidaksamaan Pecahan di kelas X SMA. Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 1–10.
Mucti, A., & Nurmala, R. (2020). Pengaruh Kemampuan Number Sense Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Di SMP Negeri 8 Tarakan Universitas Borneo Tarakan Matematika memiliki beberapa arti , diantaranya adalah ( Abdurrahman , 2009 ): ( 1 ) Sebagai ilmu pengatahuan yang terorganisir seca. MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology, 5(1), 12–18.
Mursidik, E. M., Samsiah, N., & Rudyanto, H. E. (2014). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SD dalam Memecahkan Masalah Matematika. LPPM Vol. 2 No.1, 8–9.
Prabandari, A. S., & Kristin, F. (2021). Pengembangan LKS IPS Berbasis Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa di Sekolah Dasar Abstrak. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 355–363.
Rochmad. (2012). Desain Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika. Kreano: Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 3(1), 59–72. https://doi.org/10.15294/kreano.v3i1.2613
Setyaningsih, L., & Ekayanti, A. (2019). Keterampilan Berfikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Kemampuan Number Sense. Jurnal Didaktik Matematika, 6(1), 29–40. https://doi.org/10.24815/jdm.v6i1.11699
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i3.426
Article Metrics
Abstract view : 32 timesPDF - 21 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Riyanti Nurdiana, Siti Nur Asmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)