Revitalisasi Nilai-Nilai Toleransi di Media Sosial dengan Ajaran Pendidikan Islam
Abstract
Tujuan artikel ini menyajikan fenomena intoleransi di media sosial dengan perspektif pendidikan Islam yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode survei. Hasilnya, 53 responden ikut ambil bagian dalam survei tersebut dan menunjukkan bahwa 18,9% responden mengatakan sangat sering menemukan tindakan intoleransi di media sosial. Sisanya, 35% mengatakan sering, 39,6% mengatakan kadang-kadang, dan hanya 5,7% mengatakan tidak pernah. Selain itu, ada 4 alasan terpenting mengapa tindakan intoleransi di media sosial terjadi (1) tidak menghargai orang lain; (2) kesalahpahaman; (3) etnosentrisme; (4) kesombongan. Dengan demikian tindakan Intoleran ini dapat timbul akibat terbentuknya rasa kurang menghargai disebabkan juga oleh pola pikir yang terbentuk dari perilaku konsumsi terhadap postingan atau tayangan intoleransi di sosial media. Untuk itu diperlukan sikap yang harus dilakukan untuk merubah sikap intoleran menjadi sikap yang lebih baik. Seperti menghargai antar sesama, dan senantiasa rendah diri, membiasakan diri untuk membudidayakan membaca hal-hal yang bermanfaat, tidak mengedepankan ego
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anang, & Zuhroh, K. (2019). Nilai-Nilai Toleransi Antar Sesama dan Antar Umat Beragama (Studi Pandangan Kh. Sholeh Bahruddin). Multicultural Islamic Education, 3(1), 41–55.
Baharun, H., & Zulfaizah, Z. (2018). Revitalisasi Pendidikan Agama Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Madrasah. Elementary: Islamic Teacher Journal, 6(1), 43–62. https://doi.org/10.21043/elementary.v6i1.4382
Burhanuddin, M. (2019). Conflict Mapping Piagam Madinah (Analisa Latar Belakang Sosiokultural Piagam Madinah). Jurnal AL-Ijtimaiyyah, 5(2), 1–20. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v5i2.5233
Eka Budhi Santoso, Hamid, A., Ying, Y., Sepriana, E., Ina, Sari, A. R., Saptina, N., Mulia, V. L. C., Hastomo, Dwi, M., Zanah, Pantjarani, A., & Samaratul, S. W. (2021). Literasi Digital dan Kekuatan Media Sosial: Transformasi Sosial, Budaya, Ekonomi dan Pendidikan. Academia.
Elfindri. (2012). Pendidikan Karakter: Kerangka, Metode, dan Aplikasi Untuk Pendidikan dan Professional. Baduose Media.
Etikasari, N. W., & Listyaningsih. (2018). PERSEPSI Mahasiswa Program Studi S1 PPKN Universitas Negeri Surabaya Terhadap Wacana Intoleransi di Media SosiaL. E Journal Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 06(01), 61–75.
Fuadi, A. (2018). Studi Islam (Islam Eksklusif dan Inklusif). Wahana Inovasi, 7(2), 49–55.
Hamim, K. (2013). Konsep Pendidikan Anak Dalam Al-Qur’an Surat Luqman. Penelitian Keislaman.
Hayat, B. (2012). Mengelola Kemajemukan Umat Beragama. PT Saadah Mitra Mandiri.
Hidayah, N. (2018). Siskamling Digital: Melawan Intoleransi Melalui Gerakan Anti Hoaks. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 6(2), 88–98.
Iswanto, A. (2017). Minat Baca dan Pilihan Literatur Keagamaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Di Kota Bandung. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 15(2), 283–301. https://doi.org/https://doi.org/10.32729/edukasi.v15i2.307
Leupp, K. (2017). Policy Brief. Journal of Health and Social Behavior, 58(4), 421–421. https://doi.org/10.1177/0022146517739631
Lina, H. (2018). Intoleransi keberagamaan di media sosial: Studi terhadap konten hatespeech di media sosial Facebook. In Pascasarjana Program Magister.
Majid, Z. A. (2019). Refleksi Al-Qur’an Dalam Literasi Global (Studi Tafsir Maudhu’i Dalam Kajian Literasi). Almarhalah| Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 81–90.
Masduqi, I. (2011). Berislam Secara Toleran: Teologi Kerukunan Umat Beragama. Mizan.
Mase, R. (2021). Sanksi Hukum Terhadap Ujaran Kebencian Suku, Agama, Ras dan Antargolongan Menurut Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 19 Tahun 2016. Lex Crimen, 10(9), 108–115.
Mawaddah. (2019). Balasan Orang yang Sombong Karena Ilmu (Kajian Tafsir Tahlili Terhadap QS al-Qasas}/28: 78). UIN Alauddin Makassar.
Meinarno, E. A., & Sarwono, S. W. (2018). Psikologi Sosial Edisi 2. Salemba Humanika.
Mokodenseho, S., & Wekke, I. S. (2017). Toleransi Beragama dan Pembelajaran Agama Islam Harmoni Masyarakat Minoritas Muslim Manado. Proceeding, 1(1), 67–75. https://doi.org/https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/proceeding/article/view/131
Muchlas, S., & Hariyanto. (2012). Pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Murja’ie, M. (2020). Upaya mengurangi sikap etnosentris siswa melalui pendidikan sikap toleransi di SMP Al-Lathifi Gondanglegi Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Nurani, H. (2018). Kuasa Media atas Agama dan Bentuk Intoleransi Agama terhadap Media. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 3(1), 17–27. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v3i1.3460
Pamungkas, C., Permana, Y. S., Satriani, S., Hakam, S., Afriansyah, A., Mundzakkir, A., Yanuarti, S., Rohman, S., & Nadzir, I. (2021). Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia. BRIN: Badan RIset Dan Inovasi Nasional. https://doi.org/: https://doi.org/10.14203/press.308
Parhan, M., & Alifa, S. (2020). Analisis Metode Baru Dakwah Hanan Attaki di Era Konvergensi Media ( Studi Deskriptif Pada Akun Instagram @hanan_attaki ). Komunida: Media Komunikasi Dan Dakwah, 10(2), 175–196. https://doi.org/10.35905/komunida.v7i2.http
Purwati, Darisman, D., & Faiz, A. (2022). Tinjauan Pustaka: Pentingnya Menumbuhkan Nilai Toleransi dalam Praksis Pendidikan. Jurnal Basicedu, 6(3), 3729–3735.
Rahmi, H. (2019). Penanganan Sifat Sombong Menurut Al-Qur’an. UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Rakhmat, J. (2014). Komunikasi antarbudaya : panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. Remaja Rosdakarya.
Rofi’ah, A. F. (2019). Revolusi Mental Etnosentris: Piagam Madinah dan Konstruksi Relasi Islam-Yahudi. Tawsiyah: Jurnal Sosial Keagamaan Dan Pendidikan Islam, 14(1). https://doi.org/https://doi.org/10.32923/taw.v14i1.1054
Setiyawan, A. (2015). Pendidikan toleransi dalam hadits nabi saw. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2). https://doi.org/http://202.0.92.5/tarbiyah/jpai/article/view/866
Sîrbu, A., Pedreschi, D., Giannotti, F., & Kertesz, J. (2019). Algorithmic bias amplifies opinion fragmentation and polarization: A bounded confidence model. PLoS ONE, 14(3), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.1371/journal.pone.0213246
Sulistio. (2015). Konflik Intraagama di Indonesia-Antara Islam Transnasional dan Islam Arus Utama. Diskusi Psikologi Sosial – Quo Vadis Konflik Sosial Di Indonesia.
Susetyo, B., & Widiyatmadi, E. (2011). Kehidupan Multikultural Orang Semarang. Seminar Nasional Psikologi Multikulturalisme, 9.
Taubah, M. (2016). Pendidikan Anak dalam Keluarga Perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 109–136. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/jpai.2015.3.1.109-136
Tuffour, I. (2017). A Critical Overview of Interpretative Phenomenological Analysis: A Contemporary Qualitative Research Approach. Journal of Healthcare Communications, 2(4). https://doi.org/10.4172/2472-1654.100093
Tuner, B. S. (2013). Sosiologi Agama. Pustaka Pelajar.
Yewangoe, A. A. (2011). Regulasi dan Pluralisme di Indonesia. Dalam Buku _____. Merayakan Kebebasan Beragama: Bunga Rampai Menyambut 70 Tahun Djohan Effendi. Democracy Project.
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i5.3901
Article Metrics
Abstract view : 1102 timesPDF - 401 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Dede Darisman, Aiman Faiz, Imas Kurniawaty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)