Kebijakan Otonomi Daerah (Regional Autonomy Policy) dan Dampaknya pada Pendidikan Madrasah

Lainah Lainah, Zulmuqim Zulmuqim, Iswantir Iswantir, Bambang Trisno

Abstract


Kebijakan otonomi daerah sangat besar dampaknya terhadap dunia pendidikan madrasah di Indonesia, Pendidikan madrasah yang seharusnya masuk dalam kerangka pendidikan nasional, akan tetapi dengan adanya kebijakan otonomi daerah membuat  madrasah sebagai sekolah keagamaan ini tetap berada pada kewenangan pusat dibawah departemen agama. Tujuan artikel ini untuk menjelaskan bagaimana desentralisasi pendidikan di era otonomi daerah, menjelaskan posisi pendidikan madrasah di erah otonomi daerah, serta menjelaskan bagaimana peluang dan tantangan pendidikan madrasah.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah library research (penelitian pustaka). Hasil penelitian menunjukkan pendidikan madrasah pada otonomi daerah terjadinya peningkatan mutu madrasah yang professional. Dengan melakukan strategi-strategi berikut: pertama, kedepannya madrasah mesti dikelola dan dimanage secara modern, Total Quality Education (TQE). Kedua, kedepannya Madrasah wajib lebih maju dan hasrus mampu mewujudkan harapan-harapan masyarakat. Sehingga pendidikan di madrasah menjadi pilihan utama bagi umat dan masyarakat. Untuk itu, agar madrasah tetap eksis pada era otonomi daerah, maka pengembangan Madrasah harus tetap berjalan seiring dengan semangat otonomi tersebut. Dan harus dihadapi dengan sikap optimis dan strategis serta antisipatif terhadap itu semua.


Keywords


Otonomi Daerah, Madrasah, Pendidikan Islam, Desentralisasi, Mutu

Full Text:

PDF

References


Abdhul, Y. (2021). Studi Pustaka: Pengertian, Tujuan dan Metode. Deepublish.

Ahmad, L. (1996). “Pendekatan Integralistik Pendidikan Agama pada Sekolah di Indonesia:, dalam Chabib Thoha, dkk., Reformasi Filsafat Pendidikan Islam,. pustaka pelajar.

Aini, M. (2022). Desentralisasi Pendidikan Madrasah Melalui Otonomi Daerah Di Indonesia. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12, 95–106. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/view/1122%0Ahttps://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/download/1122/1069

Aisy, S. R., & Hudaidah, H. (2021). Pendidikan Indonesia di Era Awal Kemerdekaan Sampai Orde Lama. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 569–577. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i2.327

Amri, U., Rifma, R., & Syahril, S. (2021). Konsistensi Kebijakan Pendidikan di Indonesia. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2200–2205.

Arifuddin, I. (2004). Otonomi Daerah dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan Madrasah. Risalah, 1(1), 39–49.

Desimarnis, D. (2021). Analisis Pembiayaan Pendidikan di Madrasah Aliyah. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(5), 2559–2572.

Endang Susilawati, Getar Rahmi, I. A. (2021). Peran pendidikan dalam kemajuan peradaban bangsa. Prosiding Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Saifudin Jambi, 1(1), 62–76.

Fatha Pringgar, R., & Sujatmiko, B. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) Modul Pembelajaran Berbasis Augmented Reality pada Pembelajaran Siswa. Jurnal IT-EDU, 05(01), 317–329.

Gaffar, M. (2012). Manajemen Pendidikan Madrasah Dan Otonomi Daerah. Sulesana, 7(2), 20–32.

Harahap, N. (2014). Penelitian Kepustakaan. Iqra’, 08(01), 68–73.

Haranti, M. R., & Hudaidah. (2021). Perkembangan Pendidikan Madrasah pada Masa Orde Baru. Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(3), 674–675.

Iptek, J., & Lipi, R. (2020). Rencana Strategis Direktorat Jendral Pendidikan Islam tahun 2020-2024. 1–6.

Ismail, G. (2021). Implementasi Otonomi Daerah dalam Penanganan Pandemi Covid-19. Kajian Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia, 8(3), 426–441.

Kompas.com. (2022). Sejarah Otonomi Daerah dari Masa Kolonial Hingga Pasca Kemerdekaan. Kompas.Com.

Kuswandi, A. (2011). Desentralisasi Pendidikan dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Indonesia. Governance (Jurnal Ilmu Pemerintahan), 2(1), 69–98.

Misbahul Munir. (2004). problema Pendidikan Islam di Era Otonomi Daerah. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban.

Oktaviyanti, D., Aprilia, D., Sari, R. U., Rohmah, S. N., & Saputro, W. A. (2020). Pengaruh Otonomi Daerah Dalam Percepatan Penanganan Covid-19. Jurnal Manajemen Bisnis, 17(3), 415. https://doi.org/10.38043/jmb.v17i3.2533

Rosidin. (2015). Analisis Teori Pilihan Rasional Terhadap Transformasi Madrasah. (Madrasah).

Sari, S. amelia. (2017). Hakikat Otonomi Daerah dalam Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia. ×ž×™× ×•×”×©×§×™×™×”, 549(2), 40–42.

Subur, A. (2016). Implikasi Undang-Undang Otonomi Daerah terhadap Pendidikan Sekolah dan Madrasah di Kabupaten Siak.

Sufianto, D. (2020). Pasang Surut Otonomi Daerah Di Indonesia. Jurnal Academia Praja, 3(2), 271–288. https://doi.org/10.36859/jap.v3i2.185

Taufik, A., & Heriansah, D. (2021). Pendidikan Madrasah dalam New Normal. Edification Journal, 3(2), 211–220. https://doi.org/10.37092/ej.v3i2.262

Trisno, B., & M, I. (2022). Social Movement Berbasis Islam (Studi Tentang Gerakan Sosial Melawan Degradasi Moral di Era Pendidikan Berbasis Digital pada Remaja). Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1274–1280. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2117

Yahya, M. D. (2017). Position of Madrasas in the National Education System in the Era of Regional Autonomy. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 12(1), 78–101.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3553

Article Metrics

Abstract view : 1334 times
PDF - 705 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Lainah Lainah, Zulmuqim Zulmuqim, Iswantir Iswantir, Bambang Trisno

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.