Membangun Sikap Moderasi Beragama yang Berorientasi pada Anti Kekerasan Melalui Dialog
Abstract
Fenomena kekerasan atas nama agama sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, ada realitas lain yang memperlihatkan kehidupan yang harmonis antarumat beragama, yaitu keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Weetebula, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kehidupan umat yang berbeda beragama diwarnai suasana damai, toleran, saling menghargai, saling menolong dan bekerja sama. Masalah penelitian ini adalah bagaimana sikap umat beragama terhadap moderasi beragama dan faktor-faktor apa yang mendasari keharmonisan hidup bersama antarumat beragama? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan faktor dominan yang mendasari keharmonisan hidup antarumat beragama. Subyek penelitian ini adalah Orang Muda Katolik (OMK) dan Remaja Masjid (RISMA). Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa OMK dan RISMA memiliki sikap positif terhadap moderasi beragama dan terhadap dialog sebagai metode untuk membangun sikap moderasi beragama serta memiliki sikap negatif terhadap tindakan kekerasan atas nama agama. Faktor dominan yang mendasari sikap positif OMK dan RISMA terhadap moderasi beragama adalah pengalaman langsung terhadap obyek sikap, yaitu dialog kehidupan dan dialog karya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dialog antarumat beragama merupakan pendekatan psikologis dan sosial yang efektif dalam membangun sikap moderasi beragama yang berorientasi pada anti kekerasan
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agung, A., & Maulana, M. A. (2021). Revitalisasi Pengembangan Moderasi Beragama pada Era Digital di Indonesia. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 524–529. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1. 1893
Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation in Indonesia ’ S Diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.
Al Faruq, U., & Noviani, D. (2021). Pendidikan Moderasi Beragama Sebagai Perisai Radikalisme Di Lembaga Pendidikan. Jurnal TAUJIH, 14(01), 59–77. https://doi.org/10.53649/jutau.v14i01.305
Baswori. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Rineka Cipta.
Dahlia, J. (2022). Penerapan Budaya Toleransi dalam Kegiatan- Kegiatan Keagamaan di Sekolah Menengah Atas. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1065–1074. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2096
Dayaksini, T. (2006). Psikologi Sosial. Universitas Muhammadiyah.
Daymon C. (2008). Riset Kualitatif dalam Public Relations and Marketing Communications. Bentang Pustaka.
Fatih, M. K. (2018). Dialog Dan Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Dalam Pemikiran a. Mukti Ali. Religi Jurnal Studi Agama-Agama, 13(01), 38. https://doi.org/10.14421/rejusta.2017.1301-03
Jena, Y. (2019). Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia dari Perspektif Etika Kepedulian. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 129. https://doi.org/10.12962/j24433527.v12i2.5941
Kemenag RI. (2019). Moderasi Beragama.
Kemenristekdikti RI. (2016). Pendidikan Agama Katolik untuk Perguruan Tinggi (Cetakan 1).
Kuswarno. (2009). Metode Penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitian. Widya Padjadjaran.
Lasatira Frejhon. (2017). Mengkonstruksi Konsep Dialog Agama-Agama di Sekolah dalam Perspektif Mutualitas dan Penerimaan. Jurnal Pendidikan Penabur, No.29/Ta.
Masamah, U. (2016). Pendidikan Islam, Pendidikan Politik, Dan Dialog Antar Umat Beragama Di Indonesia. Fikrah, 4(1), 1. https://doi.org/10.21043/fikrah.v4i1.1638
Purbajati, H. I. (2020). Peran Guru dalam Membangun Moderasi Beragama di Sekolah. Falasifa: Jurnal Studi Keislaman, 11(2), 182–194.
Smith J. A. (2009). Dasar-Dasar Psikologi Kualitatif. Nusamedia.
Sugiyono. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Penerbit CV Alfabeta.
Surhayo I. (2009). The Catholic Way: Kekatolikan dan Keindonesiaan Kita. Penerbit Kanisius.
Utoyo, M. (2015). Akar Masalah Konflik Agama di Indonesia. In Jurnal Lex Librum (Vol. 3, Issue 1, pp. 367–375). http://stihpada.ac.id/system/App/Post/files/000/000/107/original/121601.pdf
Wahyuni, D. (2019). Gerakan Dialog Keagamaan: Ruang Perjumpaan Antar Umat Beragama di Kota Bandung. : : Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 3.
Walgito B. (1999). Psikologi Sosial (Suatu Pengantar). Penerbit ANDI.
Yunus, F. M. (2014). Konflik Agama Di Indonesia Problem Dan Solusi Pemecahannya. Substantia, 16(2), 217–228.
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2789
Article Metrics
Abstract view : 4 timesPDF - 2 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Silvester Nusa, Yakobus Markus Theedens

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)