Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Neurosains dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembelajaran kooperatif berbasis neurosains dalam pembelajaran PAI. Pedekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan data penelitian dikumpulkan menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Penelitian ini membahas tentang pentingnya perkembangan kognitif anak dalam tahapan belajarnya yang membutuhkan stimulasi untuk mempengaruhi perkembangan otak anak. Memperbanyak stimulasi kepada anak, akan semakin mudah bagi otak untuk berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan lingkungan yang dapat menstiulasi dan meningkatkan perkembangan otak anak. Termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satu model pembelajaran yang dapat diaplikasikan untuk menstimulasi dan meningkatkan perlembangan otak adalah penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis neurosains. Model pembelajaran kooperatif berbasis neurosains merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam kelompok kecil dengan saling berbagi ide dan gagasan untuk mencapai pengalaman belajar untuk menyelesaikan tugas belajar dengan menekankan pada kinerja otak mengenai keseluruhan proses berfikir yang dapat menghasilkan sikap, pengetahuan, dan perilaku. Jelasnya pembelajaran kooperatif bukan hanya memiliki tujuan untuk menanamkan peserta didik terhadap materi yang dipelajari namun juga untuk melatih peserta didik mempunyai kemampuan sosial, yaitu kemampuan untuk berkelompok, saling bekerja sama, dan bertanggung jawab satu sama lain dalam mencapai tujuan kelompok.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agape Purwa Gracia, I. A. (2021). Meta Analisis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Terhadap Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3 (2) .
Ali, I. (2021). Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Mubtadiin .
Aprison, R. d. (2021). Kerjasama Guru PAI dan Orang Tua dalam Menghadapi Pembelajaran selama Covid-19. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3 (5) .
Azwardi. (2018). Metode Penelitian : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.
Citra Trisna Dewi, N. F. (2018). Neurosains dalam Pembelajaran Agama Islam. TA’ALLUM: Jurnal Pendidikan Islam .
Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif. Medan: Wal ashri Publishing.
Imam Mujtaba, D. R. (2021). Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Masa Pandemi Covid-19 Untuk Mempertahankan Student Wellbeing’s Kelas 2 Sd Lab School FIP UMJ. HOLISTIKA : Jurnal Ilmiah PGSD .
Kemendikbud. (2014). Permendikbud No. 103 tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran. Jakarta: Kemendikbud.
Muhammad Yamin, S. (2020). Pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar (Telaah Metode Pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education .
Raihan. (2017). Metodologi Penelitian. Jakarta: Universitas Islam Jakarta.
Rani Lestari, S. (2021). High Order Thinking Skills (HOTS) dalam Pendidikan Agama Islam Berbasis Neurosains. Tadrib .
Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sudarsana, I. K. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Peningkatan Mutu Hasil Belajar Siswa. Jurnal Penjaminan Mutu .
Sulaiman. (2017). Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) (Kajian Teori Dan Aplikasi Pembelajaran PAI). Banda Aceh: Yayasan PeNA.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Zaman, B. (2020). Quantum Teaching dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman, 6 (2) .
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i2.2336
Article Metrics
Abstract view : 42 timesPDF - 20 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2022 Rahmadika Nur Azizah, Suyadi Suyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)