Peran Pemuda Lintas Agama dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Timur
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran yang dilakukan oleh Pemuda Lintas Agama dalam meningkatkan kerukunan umat beragama di Provinsi Kalimantan Timur sehingga mewujudkan sebuah tatanan kehidupan masyarakat majemuk yang harmonis. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldana, dimana analisis data ini terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan melakukan penelitian kepustakaan dan sumber-sumber data sekunder lainnya serta melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara yang mendalam. Dari hasil penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa Peran Pemuda Lintas Agama Dalam Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Timur menunjukan bahwa sejauh ini peran Pemuda Lintas Agama berjalan dengan baik, hal tersebut dikarenakan FKUB dan Pemuda Lintas Agama dinilai mampu menyangga kondusifitas dua elemen penting di masyarakat, yaitu orang tua dan para pemuda. Hal tersebut diperkuat dengan fakta kondisi keberagamaan di Kalimantan Timur yang relatif aman dan tentram.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A. K. (2010). Potensi Kerjasama Pemuda Lintas Agama di Sorong. Jurnal “Al-Qalam,†16.
Akademika, W. (2017). Peran Forum Pemuda Kerukunan Umat. 4(April).
Antonius Haryanto, R. (2019). Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA). Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 9(1), 111–133. https://doi.org/10.15642/religio.v9i1.1237
Anonim. 2009. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan
Bernhard, T. (2014). Kaum Muda dan Dialog Lintas Agama Bagaimana Kaum Muda dapat Memberi Kontribusi untuk pembangunan toleransi agama di Indonesia ? December.
Bennet, J. M., Bennet, M. J., & Allen, W. 2003. Developing Intercultural Competence
Brett, J. M. 2000. “Culture and Negotiationâ€, International Journal of Psychology Vol. 32 No. 2.
Corbett, J. 2003. An Intercultural Approach To Second Language Education. In The Language Classroom. In lange, D. L., & Paige, M. (Eds.). Culture As The Core: Perspectives On Culture In Second Language Learning (pp. 237- 270). Greenwich: Information Age Publishing.
Dakwah, F., & Ilmu, D. A. N. (2017). Fakultas dakwah dan ilmu komunikasi universitas islam negeri (uin) raden intan lampung 1438 h/2017 m.
Dewantara, Agustinus. 2019. Diktat Kuliah: Ilmu Perbandingan Agama. Madiun
Dewantara, A. (2018). Alangkah Hebatnya Negara Gotong Royong (indonesia Dalam Kacamata Soekarno).
Elizabeth K. Nottinghan, (1994). Agama dan Masyarakat, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hermawati, Rina, (2016). “Toleransi Antar Umat Beragama†dalam jurnal Umbara Vol. 1 (2).
Huda Thoriq. (2018). Potret Kerukunan Pemuda Lintas Agama di JATIM. UIN Sunan Ampel, April, 929–936.
Ichwayudi, B., & Yardho, M. Menangkal potensi radikalisme pada pemuda melalui dialog lintas agama: analisis terhadap program forum kerukunan umat beragama bagi pemuda lintas agama di Jawa Timur (Doctoral dissertation).
Kurniawan, A. (2019). Kemesraan Lintas Agama Para Suster Katolik Dan Grup Musik Kasidah Islami Dalam Pandangan Sosiologi Agama Serta Relevansinya Dalam Kehidupan Sehari-hari.
Muhdina, D. (2014). Program pascasarjana univeristas islam negeri alauddin makassar 2014. Disetrtasi, 3.
Pangalila, T. (2018). Jurnal Civic Education, Vol. 2 No. 1 Juni 2018. Theodorus Pangalila, 2(1), 15–24. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/pkn/article/viewFile/3553/3082
Pradnyaningrat, G. A. . A. D., Sudiana, I. G. N., & Laksana Utama, P. K. (2020). Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Pembinaan Kerukunan Umat Lintas Agama di Kabupaten Mojokerto. Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama Dan Ilmu Sosial Budaya, 14(2), 16. https://doi.org/10.25078/wd.v14i2.1223
Prawira, Rangga, (2010). “Hubungan Antara Makna Hidup Dengan Toleransi Beragama Pada Jamaah Salafy di Bekasiâ€, Jakarta: UIN Syarif Hidatullah.
RAYA, K. P. Peran Pemuda dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Berlandaskan Huma Betang di Desa Tumbang Kalang.
Sarwono, Sarlito W, Meinarno, Eko A. 2009. Psikologi Sosial. Salemba Humanika: Jakarta.
Schuon, Frithjof. 1987. Mencari Titik Temu Agama-Agama. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.
Simamora, E. (2019). Konsepsi Peningkatan Peranan Kerukunan Umat Beragama Guna Menciptakan Solidaritas Nasional dalam Rangka Ketahanan Nasional. KERUGMA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama …, 1(1), 1–16. http://www.sttiimedan.ac.id/e-journal/index.php/kerugma/article/view/1
Soekanto, Soejono. 1992. Sosiologi: Suatu Pengantar. Rajawali Press: Jakarta.
. 2009. Teori Peranan. Bumi Aksara.
Sunan, I., Surabaya, A., & Djalal, A. (2010). Fakultas Ushuluddin. 0291, 1–14.
Wibowo, T. (2016). Peran Tokoh Agama dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Di Desa Sekaran Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(4).
DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.1762
Article Metrics
Abstract view : 1743 timesPDF - 470 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2021 Deandlles Christover

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



1.png)