Pendidikan Sosial Budaya Berbasis Permainan Rakyat di Masyarakat Lahan Basah

Yuli Apriati, Laila Azkia, Alfisyah Alfisyah

Abstract


Permainan rakyat merupakan salah satu media penanaman pendidikan nilai-nilai sosial budaya yang efektif. Permainan rakyat (folkgames) adalah permainan yang diwariskan secara turun temurun dan mengandung pendidikan nilai budaya yang dapat menjadi pedoman hidup. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai permainan rakyat berbasis sungai yang masih bertahan dan menganalisis kandungan nilai sosial budayanya. Penelitian ini menjadi jalan untuk memperkenalkan kembali permainan rakyat Banjar khususnya yang berbasis sungai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari orang tua dan anak-anak yang berusia 6-12 tahun yang terlihat masih memainkan permainan rakyat di desa Sungai Kali Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Penelitian ragam permainan rakyat yang berbasis sungai dikumpulkan untuk kemudian dianalisa pendidikan nilai sosial budaya yang ada didalamnya. Penelitian ini menemukan beberapa permainan rakyat yang berbasis sungai yaitu permainan kalas-kalasan dan permainan ajak tukup. Kedua jenis permainan rakyat tradisional ini mengandung nilai-nilai pendidikan sosial budaya di antaranya: menanamkan kejujuran, sportifitas, ketangguhan, kesabaran, kerja keras serta mandiri. Kedua permainan rakyat ini juga dapat melatih keterampilan berenang anak dan dari sisi sosial permainan ini juga memberi kesempatan proses sosial anak.


Keywords


folklor, folkgames, banjar people

Full Text:

PDF

References


Alfisyah. (2014). Evolusi Pola Pemukiman Orang Banjar. Jurnal Wiramartas.

Alfisyah. (2019). Tradisi Makan Urang Banjar Kajian Folklor atas Pola Makan Masyarakat Lahan Basah. Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi, 1(3).

Anggita, G. M., Mukarromah, S. B., & Ali, M. A. (2018). Eksistensi Permainan Tradisional Sebagai Warisan Budaya Bangsa. Journal of Sport and Education (JOSSAE), 3(2), 55–59.

Ardini, P. P., & Lestariningrum, A. (2018). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini (Sebuah Kajian Teori dan Praktik). CV. Adjie Media Nusantara.

Auliyairrahmah, A., Djazilan, S., Nafilah, N., & Hartatik, S. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter Integratif Sub Nilai Kejujuran melalui Program Kantin Kejujuran di Sekolah Dasar. 3(6).

Bustani, S. (2010). Urgensi Pengaturan Ekspresi Budaya (Folklor) Masyarakat Adat. Jurnal Hukum Prioris, 2(4).

Danandjaja, J. (1994). Metode Mempergunakan Folklor sebagai Bahan Penelitian Antropologi Psikologi dalam Antropologi Psikologi: Teori, Metode, dan Perkembangannya. Rajawali Press.

Danandjaja, J. (1997). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-lain. Grafik Press.

Danandjaja, J. (2007a). Pendekatan Folklor dalam Bahan-bahan Tradisi Lisan. Yayasan Obor Indonesia.

Danandjaja, James. (2007b). Pendekatan Folklor dalam Bahan-bahan Tradisi Lisan. Yayasan Obor Indonesia.

Daud, A. (1997). Islam dan Masyarakat Banjar : Deskripsi dan Analisa Kebudayan Banjar. Raja Grafindo Persada.

Fridolin, U. (1974). Ijambe, Upacara Pembakaran Tulang pada Orang Dayak Maanyan. Majalah Berita Antropolgi.

Gerbano, A., & Siregar, A. (n.d.). Kerajinan Eceng Gondok. Kanisius.

Ideham, M. S. (2005). Urang Banjar dan Kebudayaanya. Ombak.

Neuman, L. W. (1994). Social Research Methods Qualitative and Quantitative Approach. Allyn and Bacon.

Nurmahanani, I. (n.d.). Penelitian Folklor : Permainan Rakyat Sunda Di Kampung Cikodang Jawa Barat dan Internalisasi Nilai Didaktisnya Di Sekolah Dasar.

Pratiwi, W. (2017). Konsep Bermain Pada Anak Usia Dini. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2).

Salmon, A. (2016). Efektifitas Penggunaan Metode Bermain di Paud Nazareth Oesapa. Jurnal Pendidikan Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1).

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Sujiono, N. Y. (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. PT. Indeks.

Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Hikayat Publishing.

Yudiwinata, H. P., & Handoyo, P. (2014). Permainan Tradisional dalam Budaya dan Perkembangan Anak. Paradigma, 02, 1–5.




DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1489

Article Metrics

Abstract view : 1554 times
PDF - 795 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Yuli Apriati, Laila Azkia, Alfisyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.